
Kegiatan ketahanan pangan adalah upaya untuk memastikan ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas pangan bagi seluruh masyarakat agar tetap cukup dan bergizi setiap saat. Ini mencakup berbagai aspek seperti produksi, distribusi, dan konsumsi pangan yang berkelanjutan.
Ketahanan pangan memiliki tiga pilar utama:
Ketersediaan pangan – Memastikan produksi pangan cukup melalui pertanian, peternakan, perikanan, dan impor jika diperlukan.
Akses pangan – Memastikan semua orang mampu mendapatkan pangan yang cukup baik secara ekonomi maupun fisik.
Pemanfaatan pangan – Memastikan pangan yang dikonsumsi memiliki gizi yang baik dan dikelola dengan cara yang sehat.
Kegiatan dalam ketahanan pangan meliputi:
Pengembangan teknologi pertanian untuk meningkatkan produksi.
Diversifikasi pangan agar tidak bergantung pada satu jenis makanan tertentu.
Pengelolaan cadangan pangan untuk menghadapi krisis atau bencana.
Edukasi tentang gizi dan pola konsumsi sehat.
Ketahanan pangan sangat penting untuk mencegah kelaparan, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan mendukung stabilitas ekonomi suatu negara.